Rafting pacet – Sejarah ORAD ( olah raga arus deras )

Rafting pacet – Sejarah ORAD ( olah raga arus deras )

Arung jeram / Rafting mulai dikenal setelah perang dunia ke II , awalnya masih menggunakan perahu LCR (Landing Craft Rubber yaitu perahu pendaratan yang biasa dipakai oleh angkatan laut ). Dan mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1974, yang pertama kali di adakan oleh Citarum Rally, Semenjak itu olah raga arung jeram / Rafting dikenal masyarakat Indonesia

  • Pembagian daerah aliran Sungai
  1. Hulu (arus kuat.banyak air terjun ), cirinya adalah dangkal, sempit dan sering kali mengalir di daerah  kebanyakan sungai ini tidak dapat di arungi
  2. Pertengahan, cirinya adalah cukup dalam dan lebar banyak di jumpai riam yang di selingi lubuk sungai, daerah ini ideal untuk ORAD tetapi hati-hati kadangkala masih di jumpai air terjun
  3. HIlir (arus flat ), cirinya lebar dan dalam , aliran air tenang dan berkelok-kelok .

 

  • Filsafah air

Kalau kita lembut air juga lembut

Kalau kita berat air juga berat

 

  • Terbentuknya Jeram

Jeram terbentuk karena :

  1. Halangan
  2. Kemiringan tebing sungai ( gradient curam )
  3. Volume air

Dan beberapa jeram yang terbentuk di Sungai Kromong Rafting Pacet juga terbentuk dari aliran lahar dari gunung welirang

  • Besar kecilnya arus dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu :
  1. 1.       Gradient kecuraman

ü  Kecuraman adalah beda tinggi/satuan panjang (feet/mile,m/km) dapat dihitung dengan bantuan garis katur yang memotong sungai pada peta topografi

ü  Sungai dengan kecuraman 0 – 4 m/km, umumnya berarus tenang (hilir – ke laut )

ü  Sungai dengan kecuraman 5 – 10 m/km,umumnya beriam-riam dan cukup ideal untuk ORAD ( mendekati jeram ).

ü  Sungai dengan kecuraman 15 – 20 m/jam, umumnya tidak memungkinkan diarungi perahu karet, tetapi masih layak diarungi oleh kayak

ü  Sungai dengan kecuraman 20 km/jam umumnya tidak mungkin lagi diarungi karena mempunyai  air terjun yang ganas

 

  1. Batuan dasar atau bongkahan di sungai

ü  Bongkahan Sungai Kromong Rafting Pacet ini berasal dari endapan batuan sungai atau rogohan dinding sungai akibat terkikis arus air pada kaki tebing

  1. 3.       Penyempitan

ü  Penyempitan aliran Sungai Kromong Rafting Pacet sering kali menunjukkan adanya daerah berbahaya, karena semakin sempit daerah itu semakin cepat aliran sungainya

 

  1. 4.       Volume air

ü  Volume air sungai yang mengalir di Sungai Kromong Rafting Pacet dapat dihitung dalam satuan cubik feet per second (cfs) atau meter cubik per detik . Besar kecilnya sungai dan layak tidaknya sungai itu diarungi dapat juga dilihat dari volume airnya.Debit air yang baik antara 800 cfs/25m/det sampai 10000cfs/300m/det

  1. 5.       Tinggi muka air (TMA )

ü  Selain volume air seorang rafter harus juga memperhitungkan tinggi muka air sungai , Sungai Kromong Rafting Pacet  walaupun geomorfologi sungainya relative tetap, bentuk riam disungai berubah-ubah tergantung dari tinggi muka air (TMA) . di Indonesia TMA dihitung dalam satuan meter dengan batasan sebagai berikut :

  1. TMA minus (dibawah angka nol )
  2. TMA nol : air normal
  3. TMA lebih dari nol : air tinggi

untuk informasi lebih lanjut silahkan kontak kami atau klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *